BLORA, Media Patriot Indonesia - Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran Rp839,444 juta melalui APBN Tahun Anggaran 2026 untuk membangun dan melengkapi fasilitas pendidikan di TK Muslimat IV Sonorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kepala TK Muslimat IV Sonorejo Putri Dwi mengatakan bantuan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas yang sebelumnya belum tersedia di sekolah.
"Ini pembangunan baru karena sebelumnya kami belum punya kelas tambahan dan belum punya toilet," katanya di Blora, Selasa.
Melalui program tersebut, TK Muslimat IV Sonorejo mendapatkan tambahan satu ruang kelas, satu ruang administrasi, tiga bilik toilet, area bermain, fasilitas sanitasi, serta penataan lingkungan sekolah.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan kegiatan belajar mengajar bagi 34 peserta didik yang saat ini menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Putri mengatakan pelaksanaan pembangunan berlangsung selama 120 hari kalender, mulai 19 Juni hingga 16 Oktober 2026.
Berdasarkan rincian anggaran pekerjaan, dana revitalisasi antara lain dialokasikan untuk pembangunan ruang pembelajaran dan edukasi baru (R-PEB) sebesar Rp208,770 juta, ruang administrasi Rp208,830 juta, toilet Rp148,634 juta, area bermain Rp99,503 juta, perataan atap Rp33,167 juta, dan sanitasi Rp33,017 juta.
Selain itu, terdapat anggaran manajemen sebesar Rp46,073 juta dan mebeler Rp62,8 juta.
Menurut Putri, terdapat sejumlah pekerjaan tambahan di luar komponen tersebut, yakni pemasangan paving di bagian depan sekolah, pembangunan pagar belakang, serta penyediaan alat permainan edukatif (APE).
Ia mengapresiasi program revitalisasi tersebut karena memberikan kesempatan bagi sekolah untuk meningkatkan fasilitas tanpa harus sepenuhnya mengandalkan kemampuan anggaran yayasan.
"Program revitalisasi ini sangat membantu, terutama untuk TK kecil seperti kami. Kalau mengajukan melalui aspirasi belum tentu disetujui, apalagi tahun ini ada efisiensi anggaran," ujarnya.
Putri menjelaskan proses pengajuan bantuan diawali melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), kemudian sekolah mengajukan kebutuhan berdasarkan kondisi fasilitas yang tersedia.
Setelah melalui sejumlah tahapan verifikasi dan pertemuan secara daring, pihak sekolah mengikuti bimbingan teknis sebelum menandatangani kesepakatan kerja sama.
"Untuk pencairannya ada dua tahap, yaitu 70 persen dan 30 persen," katanya.
Sementara itu, Ketua P2SP TK Muslimat IV Sonorejo Imam Mudin mengatakan pihak yayasan menyambut positif pembangunan fasilitas tersebut.
Menurut dia, pembangunan juga melibatkan masyarakat sekitar, termasuk sekitar 23 tenaga kerja lokal.
"Saya mengawal dari awal, mulai fondasi sampai sekarang. Pengerjaannya sangat bagus dan rapi, seperti membangun milik sendiri, bukan sekadar karena mendapat bantuan," katanya.
Ia juga menilai material yang digunakan memiliki kualitas baik. Pada bagian fondasi, pelaksana bahkan menggunakan konstruksi cakar ayam untuk memperkuat bangunan.
Dengan adanya program revitalisasi tersebut, TK Muslimat IV Sonorejo kini memiliki fasilitas tambahan yang diharapkan mampu menunjang proses pembelajaran sekaligus memberikan lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi peserta didik.tandasnya
Red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar