NGAWEN, Media Patriot Indonesia — Anggaran besar tidak otomatis menjamin pekerjaan selesai tepat waktu. "Pembangunan kembali Pasar Ngawen senilai sekitar Rp30 miliar terlambat sekitar 30 hari, sementara pedagang masih menunggu kepastian kapan pusat ekonomi mereka benar-benar bisa digunakan.
Kantor Staf Presiden (KSP) turun melakukan verifikasi lapangan, Kamis (17/9/2026). Hasilnya, sejumlah pekerjaan masih masuk daftar perbaikan: pengecatan, keramik rusak, area basah hingga drainase.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP, Armindo Dos Santos Soares, menegaskan keterlambatan proyek tidak boleh terus menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jangan sampai kita menghambat rezeki orang dengan terlambat membangun pasar untuk mereka.”
Konsekuensi keterlambatan juga mulai terasa. Kontraktor disebut telah dikenai denda hampir Rp1 miliar sesuai ketentuan kontrak.
Pasar Ngawen kini ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada 27 September 2026, meskipun diakui belum seluruhnya sempurna.tegasnya
Sementara Pemerintah Kabupaten Blora menyatakan siap mengelola pasar setelah diserahkan pemerintah pusat, termasuk menarik retribusi kios, los dan menerapkan e-retribusi parkir.
Target tanggal boleh dikejar. Tetapi kualitas bangunan jangan dikorbankan. Proyek Rp30 miliar harus dipastikan selesai bukan sekadar secara administratif, melainkan benar-benar layak, aman dan memberi manfaat bagi masyarakat.bebernya
Teg/ Ari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar