Dapur MBG di Blora Ditutup, Kepala Dapur Dicopot Usai 216 Anak Keracunan - Media Patriot Indonesia

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 12 September 2026

Dapur MBG di Blora Ditutup, Kepala Dapur Dicopot Usai 216 Anak Keracunan

BLORA, Media Patriot Indonesia – Kasus keracunan makanan kembali mencoreng program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, insiden terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sebanyak 216 penerima manfaat dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap hidangan dari dapur tersebut.

Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat. Kepala dapur SPPG Sukorejo 2 resmi dicopot dari jabatannya. Keputusan itu diumumkan langsung oleh Wakil Kepala BGN, Trenggono, saat meninjau lokasi dapur, Jumat (belum disebutkan tanggal).

"Kepala dapurnya pun jelas kita copot. Dia tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Tidak patuh terhadap SOP itu harus kita copot," tegas Trenggono.

Bukan hanya mencopot kepala dapur, BGN juga menyerahkan sanksi berat berupa penghentian operasional dapur selama 30 hari. Setelah masa suspend tersebut, BGN akan mempertimbangkan penutupan permanen jika tidak ada perbaikan signifikan.

"Suspend berat 30 hari. Kalau ini yang jelas cukup jelek. Setelah 30 hari akan diadakan suspend permanen," lanjutnya.

Trenggono mengungkapkan bahwa kondisi dapur SPPG Sukorejo 2 jauh dari kata layak. Banyak prosedur standar yang diabaikan. "Banyak sekali SOP yang tidak dilaksanakan," ujarnya singkat.

Di tengah sorotan tersebut, Trenggono menyempatkan diri menjenguk para korban yang masih dirawat di rumah sakit. Kabar baiknya, kondisi mereka berangsur membaik. "Hampir semua sudah alhamdulillah membaik. Tinggal tiga orang yang mungkin ke depan segera pulih," jelasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Sukorejo 2 Tunjungan, Afib Jaelani, memberikan pernyataan yang terkesan ambigu. Ia mengaku siap menerima segala penilaian pihak lain terhadap dapurnya, tanpa menjelaskan secara rinci penyebab insiden tersebut.

Insiden ini menjadi alarm bagi pengelolaan program MBG di berbagai daerah. Standar kebersihan dan kepatuhan terhadap SOP menjadi taruhan utama demi keselamatan para penerima manfaat.tutup dia.



Her

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here