REMBANG, Media Patriot Indonesia - Demi mewujudkan pendidikan karakter yang menyeluruh, Pemerintah Kabupaten Rembang bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama setempat, merumuskan pola pembinaan keagamaan bagi siswa Sekolah Rakyat.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat, di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang. Menurutnya, pembinaan keagamaan menjadi salah satu kebutuhan, yang banyak disampaikan oleh siswa maupun pengelola Sekolah Rakyat. Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Agama, untuk merumuskan pola pembinaan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami mendapat laporan bahwa anak-anak sudah lebih dari satu bulan berada di Sekolah Rakyat, dan banyak yang menanyakan kapan mulai ada kegiatan mengaji atau pembinaan keagamaan. Karena itu, saya mengajak Kepala Kementerian Agama untuk melihat langsung kondisi di lapangan, sekaligus membahas langkah tindak lanjutnya,” ujar Hanies.
Dalam kunjungan tersebut, wabup bersama jajaran Kementerian Agama berdiskusi dengan kepala sekolah dan pengelola Sekolah Rakyat, mengenai mekanisme pelaksanaan kegiatan keagamaan bagi para siswa.
Hanies menjelaskan, secara teknis pembahasan mengenai pola pembinaan sudah mulai dilakukan. Namun, masih terdapat sejumlah aspek administratif yang perlu diselesaikan, karena pelaksanaan program Sekolah Rakyat melibatkan berbagai instansi.
Menurutnya, pihak Kementerian Agama akan memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki, termasuk penyuluh agama di sejumlah wilayah sekitar Sekolah Rakyat, seperti Kecamatan Sulang, Gunem, Bulu, dan Rembang.
“Pada tahap awal, pembelajaran akan difokuskan pada baca tulis Al-Qur’an dan pengetahuan keagamaan dasar, yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuannya, agar anak-anak juga mendapatkan penguatan nilai-nilai keagamaan, selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Hanies menilai, pembinaan siswa di Sekolah Rakyat perlu dilakukan secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, nilai sosial, serta penguatan spiritual.
Pada kesempatan tersebut, Hanies juga bertemu dengan para wali asuh dan wali asrama yang sehari-hari mendampingi para siswa. Ia memberikan motivasi sekaligus apresiasi, atas peran para pendamping yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter siswa.
Pasalnya, menurutnya, tugas wali asuh dan wali asrama tidak ringan, karena mereka harus mendampingi siswa dalam berbagai aktivitas, selama berada di lingkungan Sekolah Rakyat.
“Saya meminta para wali asuh dan wali asrama tetap semangat dalam mendampingi anak-anak. Mereka memiliki tugas yang tidak ringan karena harus menjadi orang tua, sekaligus pembimbing selama anak-anak berada di sini,” katanya.
Selain pembinaan keagamaan, lanjut wabup, pihaknya juga melibatkan unsur TNI melalui Koramil Sulang dalam mendukung pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat.
Hanies berharap, keterlibatan berbagai unsur tersebut dapat menciptakan pola pembinaan yang terpadu, sehingga para siswa mendapatkan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan mereka secara menyeluruh.
“Kami berharap, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai keagamaan. Dengan kolaborasi berbagai pihak, Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang tumbuh yang baik bagi anak-anak,” pungkasnya.
Yus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar